bokap ku, supel, wibawa, responsible, jiwa muda, cerdas, pendidik yang baik deh pokoknya
nyokapku, paling cantik di kuargaku, masalahnya cuman dia aja yang perempuan, saya 2 bersodara dan kami semua laki- laki.
ade'ku yang gagah, putih dan lebih tingi dari saya.
ini saya sama bokap, item, gayanya kampungan, dan lebih suka tampil apa adanya aja deh
Selasa, 23 November 2010
anak sekolahan
13 tahun umurku saat itu, yaa, sekitaran itu lah, kurang lebihnya mohon di maafkan yah ?, saat- saat mendebarkan untukku memulai jenjang pembelajaran di bangku sekolahan menengah pertama, hhhmm, bagaimana tidak, keputusan pertama yang pernah ku fikirkan sebelum melangkah ke jenjang kedewasaan, teman- temanku yang lain semasa SD memilih lanjut ke SMP dekat rumah mereka masing- masing, tapi dasar anak aneh, sok cari sensasi, saya malah cari sekolah yang jauh dari rumah, kampung halaman, dan tentunya jauh dari orang tuaku tercinta, hikz, hikz, hikz......
IMMIM I'm comming, hhehehhe...., glekk.... tiba- nafasku kejar- kejaran dalam paru- paru imutku saat itu, umur 3 tahun, masih bocah abis deh pokoknya, dah harus pisah dari sifat manjaku, tapi ya.... sudahlah, itung- itung belajar juga sih "belajar apa yagh ???"
Hari pertama di penjara suci
hahahha.... agak aneh yah nmanya ?, tapi begitulah kami memberi nama untuk pesantren itu, layaknya penjara, semua alat elektronik, seperti Hp, walkman (jadul bgt euyy), tv, setrika, pokoknya semua yang pake listrik dan batrei d haramkan untuk masuk di sini, sedih brayyyyyy................, kembali jadul dah pokoknya, kalau sampai ada yang kedapatan bawa barang gitu- gituan (ngek ngok ngek), pasti langsung di sita
kalau mau di sayang ustad mesti kudu harus pintar ngaji, rajin sholat, berdo'a sebelum beraktivitas, dan bawa'in ustadx kue, hahahaaha, nyogok gitu dech.
awal saya di pesantren dahulu kala penuh suka dan duka lho, mulai dari makan sepiring ber lima, mandi berjama'ah, tidur bersama-sama, dan yang lebih seru itu pas waktu pertama masuk pesantrennya, NANGIS bareng ( lho kok pake nangis bareng yagh ? ), gini lho critanya, waktu pertama masuk pesantren kan kami tuh masih bocah abiezt, mau makan masih minta di suapin ma mama, mau bobo; masih di critain dongeng ma papa, nah di pesantren gg ada yg kyk itu, emua serba mandiri, sedang kami yang dah jauh dari semua itu pasti sedih bgt donk, saat kesedihan kami memuncak, tetes demi tetes air mata imut kami bercucuran, suara isakan pun tak tertahankan lagi, walhasih, suara isakan dri suara anak belasan pun satu persatu terdengar dan menjadi nyanyian merdu memanggil mama dan ppa kami di rumah yang mungkin saat itu juga sedih bersedih karena kami, MAma........PapA..............
Langganan:
Postingan (Atom)



